Kamis, 08 Januari 2015

TUGAS ISD 3

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN



Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.

Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti societyberhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Syarat-syarat Menjadi Masyarakat
1. Mematuhi aturan yang dibuat oleh negara
2. Mematuhi hak dan kewajiban sebagai masyarakat
3. Melindungi negara ditempat masyarakat tersebut bermukim
4. Menciptakan lingkungan yang tentram dan damai

Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik, perbedaan agama dan sebagainya.
3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
4. Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
5. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
6. Interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripada faktor pribadi.
7. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Ciri-ciri Masyarakat Kota :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik, perbedaan agama dan sebagainya.
3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
4. pembagian kerja di antAra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
5. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
6. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
7. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

HUBUNGAN DESA DAN KOTA
a. Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda.
b. Bersifat ketergantungan.
c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan.
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu.
e. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa.
f.  Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan.
g. Mereka kelompok para penganggur di desa.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik.
Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen-komponen yang memebentuk struktur kota tersebut. Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.

Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi:
– Wisma: Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
– Karya: Untuk penyediaan lapangan kerja.
– Marga: Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
– Suka: Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
– Penyempurnaan: Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.

Untuk itu semua, maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan:
a. Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota. Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
b. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c. Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
d. Dalam rangka pemekaran kota, harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya.

Fungsi Eksternal
Fungsi eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalm kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik secara regional maupun nasional.

MASYARAKAT PEDESAAN
Pengertian Desa
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis, sosial, ekonomi, politik dan kulural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain. Pola keruangan desa bersifat agraris yang sebagian atau seluruhnya terisolasi dari kota. Tempat kediaman penduduk mencerminkan tingkat penyesuaian penduduk terhadap lingkungan alam, seperti iklim, tanah, topografi, tata air, sumber alam, dan lain-lain. Tingkat penyesuaian penduduk desa terjhadap lingkungan alam bergantung faktor ekonomi, social, pendidikan dan kebudayaan.

Ciri-ciri Masyarakat Desa :
1. Sistem kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekelurgaan (paguyuban).
2. Masyarakat bersifat homogeny seperti dalam hal mata pencahariaan, agama dan adat istiadat.
3. Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
4. Mata pencahariaan utama para penduduk biasanya bertani.
5. Faktor geografis sangat berpengaruh terhadapa corak kehidupan masyarakat.
6. Jarak antara tempat bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.

Gejala Mayarakat Pedesaan :
Di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, yang menyebabkan di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan. Gejala-gejala sosial tersebut antara lain:
a. Konflik (pertengkaran), pertengkaran yang terjadi di sini biasanya terjadi karena masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
b. Kontraversi (pertentangan), petentangan ini sering terjadi diakibatkan perubahan kebudayaan, psikologi ata dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic).
c. Kompetisi (persaingan), persaingan di sini sering terjadi dalam berbagai hal, terutama dalam bekerja.
d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan

PERBEDAAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN
Kehidupaan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dsb. Kesan seperti ini karena masyarakat kota hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pengalaman.

Untuk memahami masyarakata pedesaan dan perkotaan tidak mendefinisikan secara universal dan obyektif. Tetapi harus berpatokan pada ciri-ciri masyarakat. Ciri-ciri itu ialah adanya sejumlah orang, tingal dalam suatu daerah tertentu, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdepensi, adanya norma-norma dan kebudayaan.

Masyarakat pedesaan ditentukan oleh bentuk fisik dan sosialnya, seperti ada kolektifitas, petani iduvidu, tuan tanah, buruh tani, nelayan dsb.

Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan sosisal, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem lainnya.





PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT


PERTENTANGAN SOSIAL
Pertentangan sosial merupakan suatu penyimpangan yang biasanya didasari oleh kesalah pahaman. Pertentangan sosial dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari sebagai contohnya : tawuran, peperangan antar suku dan juga kekerasan dalam rumah tangga semua , semua itu hanya ingin memuaskan keegoisan masing-masing yang ingin memenangkan dirinya sendiri.
Yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari ini adalah tawuran, tawuran biasanya dilakukan hanya karena saling ejek satu sama lain, untuk memperoleh kebanggaan tersendiri. Hal tersebut dapat dihilangkan dengan cara percaya satu sama lainnya, terbuka, saling pengertian dan semua itu dapat di tanamkan dari kecil agar tidak mudah salah paham terhadap orang lain.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial:
1. Rasa Iri antara individu,negara, dan masyarakat
2. Adanya rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
3. Banyak adu domba antara politik,agama,suku serta budaya

INTEGRASI
integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial
A. Faktor Internal :
kesadaran diri sebagai makhluk sosial
tuntutan kebutuhan
jiwa dan semangat gotong royong
B. Faktor External :
tuntutan perkembangan zaman
persamaan kebudayaan
terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
persaman visi, misi, dan tujuan
sikap toleransi
adanya kosensus nilai
adanya tantangan dari luar

KEPENTINGAN (UMUM, DIRI SENDIRI)
Kepentingan adalah kebutuhan individu/kelompok. Banyak pula yang berpendapat kepentingan adalah dari timbulnya sikap dan tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Dilihat dari jenisnya kepentingan dibagi 2:
1. Kepentingan umum:
Kepentingan yang berdasarkan kepentingan/kebutuhan banyak orang. Seperti pemerintah menurunkan harga bbm. Yang jika di lihat dari positifnya itu adalah kepentingan umum, yaitu masyarakat/warganya.
2. Kepentingan diri sendiri:
Kepentingan diri sendiri adalah kepentingan/kebutuhan sesuai keinginan diri sendiri/individu. Kepentingan diri sendiri seperti makan, minum, membeli hp baru, dll. Yang hanya untuk memuaskan/memenuhi kebutuhan individu

PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ENTOENSTRISME
Prasangka
Prasangka adalah suatu pemikiran yang bisa bersifat baik ataupun buruk, prasangka buruk seringkali menimbulkan konflik/pertentangan. Sebaiknya kurangilah berprasangka buruk terhadap orang atau sesuatu, agar kita dapat menghindari konflik/pertentangan.
Diskriminasi
merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasiDiskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Etnosentrisme
Etnosentrisme terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh dengan identitasnya, menolak bercampur dengan kebudayaan lain. Porter dan Samovar mendefinisikan etnosentrisme seraya menuturkan, “Sumber utama perbedaan budaya dalam sikap adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan memandang orang lain secara tidak sadar dengan menggunakan kelompok kita sendiri dan kebiasaan kita sendiri sebagai kriteria untuk penilaian. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita; makin besar ketidaksamaan, makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling baik, sebagai yang paling bermoral.”
Etnosentrisme membuat kebudayaan kita sebagai patokan untuk mengukur baik-buruknya kebudayaan lain dalam proporsi kemiripannya dengan budaya kita. Ini dinyatakaan dalam ungkapan : “orang-orang terpilih”, “progresif”, “ras yang unggul”, dan sebagainya. Biasanya kita cepat mengenali sifat etnosentris pada orang lain dan lambat mengenalinya pada diri sendiri.
Sebagian besar, meskipun tidak semuanya, kelompok dalam suatu masyarakat bersifat etnosentrisme.

PERTENTANGAN SOSIAL DAN KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT
Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
3. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan :
a. pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk adanya pertentangan, ketidakpastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
b. pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
c.pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada
golongan yang berbeda dan integrasi sosial
masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek” kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Nasion Indonesia

INTEGRASI MASYARAKAT
masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat” yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentu.

INTEGRASI NASIONAL
Apa itu integrasi nasional?
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.
Contoh-contoh penghambat integrasi nasional :
1. Perbedaan kepentingan, dengan masyarakat yang majemuk tentu akan menimbulkan pula perbedaan kepentingan antara yang satu dan yang lain, dan bila tidak disikapi secara dewasa hal ini juga dapat menimbulkan gesekan gesekan masyarakat.
2. Diskriminasi, adalah perlakuan yang tidak adil dan memihak hanya kesatu pihak saja
3. Masih berkembangnya paham ethosentris, yaitu paham yang menganggap budayanya adalah yang paling unggul dan merendahkan budaya yan lainnya.
4. Masih maraknya isu keagamaan dan saling menjelek-jelekkan antara agama yang satu dan yang lainnya,
5. Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan
6. Bhinneka tunggal ika hanya sebatas wacana namun tidak pernah diterapkan atau di praktekkan

Contoh-contoh pendorong integrasi nasional :
1. Adanya rasa keinginan untuk bersatu agar menjadi negara yang lebih maju dan tangguh di masa yang akan datang.
2. Rasa cinta tanah air terhadap bangsa Indonesia
3. Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah, karena untuk mencari kemerdekaan itu adalah hal yang sangat sulit.
4. Adanya sikap kedewasaan di sebagian pihak, sehingga saat terjadi pertentangan pihak ini lebih baik mengalah agar tidak terjadi perpecahan bangsa.
5. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan
6. Adanya rasa dan keinginan untuk rela berkorban bagi bangsa dan negara demi terciptanya kedamaian


ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN


Judul "Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan" memberi petunjuk adanya sesuatu yang intern, mungkin permasalahannya ialah adanya kontinuitas dan perubahan, harmoni atau disharmoni. Tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan dapat melibatkan perdebatan semantika.
Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan karena pengetahuan, perbuatan, ilmu dan etika makin saling bertautan. Berulang kali harus diambil keputusan dalam menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dibebaskan dan dipisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi, interelasi, interdependensi dan ramifikasi (percabangannya).

ILMU PENGETAHUAN
Di kalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatis. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), di antaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Menurut Decades ilmu pengetahuan merupakan serba budi. Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Immanuel Kant mengartikan pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Teori Phyroo mengatakan bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.
Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. Banyak teori dan pendapat tentang pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu definisi ilmu pengetahuan akan mengalami kesulitan. Sebab, membuat suatu definisi dari definisi ilmu pengetahuan yang dikalangan ilmuwan sendiri sudah ada keseragaman pendapat, hanya akan terperangkap dalam tautologis (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan pleonasme atau mubazir saja.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikat yang bersifat ilmiah. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih
2. Selektif
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian

TEKNOLOGI
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan (body knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi, menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. "Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisika dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani." (Eugene Staley, 1970)
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Rasionalitas, artinya tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan sosial
b. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
c. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik mampu mengelimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis
d. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
e. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
f. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri

Teknik-teknik manusiawi yang dirasakan pada masyarakat teknologi, terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknik. Gambaran kondisi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Situasi tertekan
2. Perubahan ruang dan lingkungan manusia
3. Perubahan waktu dan gerak manusia
4. Terbentuknya suatu masyarakat massa
5. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat

Akibat kondisi yang dipaparkan tadi, dampak tenik itu sendiri bagi manusia sudah dirasakan dan fenomenanya nampak. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Teknologi tepat guna sering tidak berdaya menghadapi teknologi barat, yang sering masuk dengan ditunggangi oleh segilintir orang atau kelompok yang bermodal besar. Ciri-ciri teknologi barat tersebut adalah :
1. Serba intensif dalam segala hal
2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan
3. Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam

ILMU PENGETAHUAN DAN NILAI
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar kaitannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang ada pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masalah nilai kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, menyangkut perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmu dan teknologi. Sehingga kecenderungan sekarang ada dua pimikiran yaitu, yang menyatakan ilmu bebas dan nilai yang menyatakan ilmut tidak bebas nilai.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu : Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis.
Komponen Ontologis kegiatannya adalah menafsirkan hikayat realitas yang ada, sebagaimana adanya (das sein), melalui desuksi-desuksi yang dapar diuji secara fisik. Artinya ilmu harus bebas dari nilai-nilai yang sifatnya dogmatik.
Komponen Epistemologis berkaitan dengan nilai atau moral pada saat proses logis-hipotesis-verifikasi. Sikap moral implisit pada proses tersebut. Asas moral yang terkait secara eksplisit yaitu kegiatan ilmiah harus ditujukan kepada pencarian kebenaran dengan jujur tanpa menduhulukan kepentingan kekuatan argumentasi pribadi
Komponen Aksiologis artinya lebih lengket dengan nilai atau moral. Dimana ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia. Ilmu adalah bukan tujuan tetapi sebagai alat atau sarana dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia, dengan memperhatikan dan mengutamakan kodrat dan martabat manusia serta menjaga kelestarian lingkungan alam.

KEMISKINAN
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh dan lain-lain. (Emil Salim, 1982)
Atas dasar ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan dan sebagainya
b. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri
c. Tingkat pendidikan mereka rendah
d. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas, berusaha apa saja
e. Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan

Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikategorikan kedalam tiga unsur,
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan

Kemiskinan buatan ini, selain ditimbulkan oleh struktur ekonomi, politik, sosial dan kultur juga dimanfaatkan oleh sikap "penenangan" atau "nrimo", memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan.


sumber:SUMBER:

http://noris-iskandar.blogspot.com/2012/01/pertentangan-pertentangan-sosial.html

http://zarapintar.wordpress.com/2012/01/16/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat/

http://bagusikhwani.blogspot.com/2011/03/prasangka-diskriminasi-dan.html

http://zip-leadmix.blogspot.com/2010/11/golongan-golongan-yang-berbeda-dan.html





Sumber utama :

http://bimanovakh.blogspot.com/2011/01/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.html

Sumber :

http://madchocolate.wordpress.com/2011/12/02/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan/


Senin, 29 Desember 2014

Dijilat, Diputer, Dicelupin

Pasti pembaca sekalian sudah tidak asing dengan kata-kata itu, ya itu merupakan produk dari Induk PT Kraft Foods Grup. Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang  PT Kraft Foods Grup dan bagaimana PT Kraft Foods Grup menjalankan manajemen bisnisnya untuk tetap bersaing dalam dunia perdagangan di dunia ini.

1.         Sejarah Perusahaan

Kraft Foods adalah sebuah produsen terbesar nomer 2 di dunia setelah nestle. Nama Karft Food diambil dari nama pendirinya yaitu James Lewis Karft. Sebelum Kraft menjadi produsen makanan seperti sekarang,kraft awalnya hanya bagian dari Altria Group. Pada tahun 1988 Altria Group membeli kraft dengan harga 12,9 miliar USD. Kemudian Altria Group menggabungkan kraft dengan biskuit Nabisco yang telah dibeli oleh Altria Group sebelumnya. dengan penggabungan ini nama kraft menjadi Flagship. Setelah saham kraft dilepas ke public Kraft mampu untuk menjadi perusahaan mandiri kraft dan  lepas dari Altria Group.  Kraft mampu menjadi perusahaan mandiri yang sangat berpengaruh di dunia. Pada tahun 2006 PT Kraft foods grup berada di bawah pimpinan baru yaitu  Irene Bleckerd Rosenfeld . di bawah pimpinan irenne inilah kraft food mampu lebih berkembang dari sebelumnya.

Dan pada tahun 2007 kraft berhasil mengakusisi atau membeli biskuit milik Danone di seluruh dunia yang menyebabkan Kraft menjadi produsen biskuit terbesar di dunia saat ini. Pada tahun 2012,Kraft berhasil mengakusisi paksa salah satu perusahaan besar produsen coklat yaitu cadbury dengan 18,4 miliar dollar AS atau setara 165 triliun rupiah. Keberhasilan Kraft ini tak luput dari jasa orng nomer satu Kraft saat ini yaitu Irene Bleckerd Rosenfeld dia berhasil meyakinkan pemegang saham Cadbury untuk melepaskan sahamnya ke Kraft foods grup ini. Irrene juga ramai dibicarakan karena dia akan memisahkan bisnis kraft menjadi dua bagian yaitu terpisah dan independen. Keberhasilan irenne menjadikan kraft lebih maju ini menjadikan dia menjadi orang yang berpengaruh bagi dunia. Saat ini PT Kraft foods grup berkantor pusat di Nortffield, illionois, chichago.


MISI

Kraft Foods Group adalah salah satu yang terbesar perusahaan makanan dan minuman di Amerika Utara dengan pendapatan tahunan lebih dari $ 18 miliar. Dengan semangat startup dan jiwa pembangkit tenaga listrik, kita berada di sebuah misi untuk menjadi perusahaan makanan dan minuman di Amerika Utara. Kami memiliki portofolio mendalam tercinta merek makanan & minuman di minuman, keju, makanan didinginkan dan kategori kelontong. Produk kami dapat ditemukan di pantries dan lemari es hampir setiap rumah tangga di Amerika Serikat dan Kanada.
Kami berharap untuk menjadi posisi yang baik dalam jangka panjang untuk memberikan stabil, pertumbuhan handal dengan fokus yang kuat pada arus kas untuk mendanai dividen yang sangat kompetitif dan reinvestasi pada orang kami, inovasi dan membangun merek.

MANAGEMENT
Tim manajemen kami memiliki tanggung jawab untuk hari-hari operasi dan keberhasilan perusahaan. Kelompok ini memiliki pengalaman industri makanan luas dan kedalaman manajemen.

John T. Cahill
Chairman and Chief Executive Officer
John Cahill adalah Chairman dan CEO Kraft Foods Group. Dia telah menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi untuk Kraft Foods Group sejak perusahaan spin-off pada bulan Oktober 2012 dan diangkat CEO pada 28 Desember 2014.
John bergabung dengan Kraft pada bulan Januari 2012 sebagai Ketua Eksekutif Tentukan, Amerika Utara Grocery, dan menjadi Ketua Eksekutif di spin-off.
John datang ke Kraft dari perusahaan ekuitas swasta Ripplewood Holdings, di mana ia menjabat sebagai Industri Partner dari tahun 2008 sampai 2011. Dalam perannya itu, ia memimpin investasi perusahaan dalam berbagai perusahaan, terutama di sektor produk konsumen.
John memiliki makanan yang luar biasa dan pengalaman minuman, termasuk memimpin The Pepsi Bottling Group, Inc John dan timnya berbalik Pepsi Bottling Group menjadi pembuat botol terkemuka di jaringan Pepsi, mendapatkan pangsa pasar di daerah-daerah kunci, mendorong pertumbuhan dua digit dalam wilayah internasional dan meningkatkan pelaksanaan penjualan dan kinerja keuangan.Selama masa jabatannya di Pepsi Bottling Group, John menjabat sebagai Ketua Eksekutif (2006-07), Chairman dan Chief Executive Officer (2003-06), CEO (2001-03), Presiden dan Chief Operating Officer (2000-01) dan Chief Financial Officer (1998-2000).
Dari tahun 1989 hingga 1998, John memegang beberapa posisi keuangan senior, termasuk Bendahara dan CFO, di PepsiCo dan KFC. Dari tahun 1979 sampai tahun 1987, John berkembang melalui berbagai posisi eksekutif tanggung jawab yang semakin dengan RKO Umum, penyiaran, maskapai penerbangan dan pembotolan anak perusahaan Gencorp. John menjabat sebagai CFO Gambar RKO 1987-1989 sebelum bergabung dengan PepsiCo.
John meraih gelar Sarjana di bidang Ekonomi dan gelar MBA dari Harvard University. Dia saat ini menjabat sebagai anggota dari beberapa papan high-profile. Dia adalah direktur independen utama American Airlines Group, Inc. dan juga direktur Colgate-Palmolive Company dan Legg Mason, Inc.

Teri List-Stoll
EVP and Chief Financial Officer
Teri Daftar-Stoll adalah Executive Vice President dan Chief Financial Officer (CFO) untuk Kraft Foods Group. Dia memimpin operasi keuangan perusahaan, termasuk akuntansi dan pelaporan, perencanaan keuangan dan analisis, treasury, pajak, audit dan hubungan investor.
Teri bergabung Kraft di September 2013 sebagai Senior Vice President memimpin tim keuangan unit usaha. Dia diangkat CFO pada 29 Desember 2013, hari pertama tahun fiskal 2014 perusahaan.
Teri datang ke Kraft setelah hampir 20 tahun di Procter & Gamble (P & G), di mana ia terakhir menjabat sebagai Senior Vice President dan Bendahara. Teri dimulai dengan P & G pada tahun 1994 dan memegang peran kepemimpinan keuangan di beragam bidang termasuk manajemen unit bisnis, rantai pasokan, penjualan, akuntansi, dan perencanaan keuangan dan analisis.
Dari tahun 1991 sampai 1993, Teri adalah seorang pria dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB).Sebelum persekutuan nya di FASB, ia menghabiskan enam tahun di Deloitte & Touche, memberikan nasihat keuangan kepada perusahaan-perusahaan multinasional besar.
Teri melayani di dewan direksi dan komite audit dari Danaher Corporation dan merupakan seorang Dewan Yayasan Akuntansi Keuangan, yang menyediakan pengawasan untuk FASB dan Dewan Standar Akuntansi Pemerintah (GaSb). Dia adalah anggota pendiri Perempuan Perusahaan Forum Eksekutif dan menjabat sebagai Wali Amanat The Greater Cincinnati Foundation.
Teri menerima gelar BA di bidang Administrasi Bisnis dari Northern Michigan University dan merupakan Akuntan Publik Bersertifikat.

Dino Bianco
EVP and President,
          Beverages
Dino Bianco memimpin bisnis Kraft Minuman dan memiliki pengawasan untuk manufaktur, pemasaran dan penjualan merek ikonik seperti Maxwell House kopi - salah satu dari "merek miliar dolar" Kraft - Kool-Aid, Capri Sun, Gevalia dan MIO . Dia diangkat ke posisi ini di Februari 2013.
Sebelumnya, Dino bertanggung jawab untuk bisnis internasional & Foodservice Kraft dan Jasa Pemasaran dan organisasi Inovasi. Dino menjabat sebagai Presiden Kraft Kanada dari November 2005 sampai September 2012. Ia memegang penuh P & L tanggung jawab atas bisnis Kanada dengan fokus pada menciptakan sangat terlibat organisasi, mengemudi pendapatan yang kuat dan berkelanjutan dan pertumbuhan laba, mencapai keunggulan pemasaran, meningkatkan hubungan pelanggan dan membangun efisiensi operasional.Dino bergabung Kraft pada tahun 1990 sebagai Manajer Keuangan dan memegang beberapa peran dalam Keuangan sebelum dipromosikan menjadi Direktur Perencanaan & Analisis Keuangan pada tahun 1996 di mana ia bekerja dengan bisnis Ritel dan Foodservice. Pada tahun 1998, ia diangkat Direktur Strategi Penjualan dan bertanggung jawab untuk pengembangan pendekatan baru untuk mengelola strategi perdagangan dan pelanggan kami. Dino ditunjuk untuk posisi Direktur Pemasaran pada bulan Februari 2000 dan bertanggung jawab atas bisnis kopi Retail. Pada bulan Desember 2001 ia dipromosikan menjadi Wakil Presiden Pemasaran dan memiliki tanggung jawab untuk beberapa bisnis termasuk, Minuman, Desserts, Grocery dan Sereal.Latar belakang multifungsi Nya yang luas telah memposisikan dirinya dengan baik sebagai pemimpin di perusahaan kami. Sebelum bergabung dengan Kraft, ia menghabiskan tiga tahun di PriceWaterhouseCoopers. Dino menerima gelar Bachelor of Commerce dari University of Toronto dan merupakan Chartered Accountant. Dia adalah Past Chair Makanan dan Produk Konsumen Kanada dan duduk di dewan The Grocery Foundation dan merupakan anggota Dewan Pembina United Way Toronto.

Dave Ciesinski
EVP and President,
          Meals & Desserts
 
Dave Ciesinski bertanggung jawab untuk memimpin Kraft Makanan & Desserts unit usaha, yang meliputi merek ikonik seperti Kraft Macaroni & Cheese, Velveeta makan malam, keren cambuk whipped topping dan Jell-O kering dikemas dan siap-untuk-makan makanan penutup. Dia bergabung dengan Kraft di Juli 2014.
Seorang pemasar berpengalaman dan pemimpin, Dave adalah seorang veteran 12-tahun dari HJ Heinz Company, di mana ia memegang peran kepemimpinan dalam pemasaran, strategi dan keuangan 2001-2013.
Di antara banyak prestasi di Heinz, Dave menjabat sebagai Wakil Presiden di AS Ketchup franchise 2006-2011 dengan tanggung jawab untuk meremajakan merek utama perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, merek meluncurkan iklan baru, menerapkan perubahan label pertama dalam lebih dari 40 tahun dengan refresh kemasan dan memperbaharui fokus pada inovasi dengan pipa produk baru yang sukses.
Setelah sukses sebagai kepala bisnis kecap AS, Dave diangkat dengan peran baru dibuat dari bisnis $ 2500000000 dengan merek termasuk Group Vice President dan Chief Marketing Officer dari perusahaan divisi US Consumer Products, Heinz , Ore Ida dan Cerdas Ones . Berkomitmen untuk membantu merek membangun relevansi antara segmen konsumen yang meningkat, ia mendirikan kemampuan baru organisasi dalam Digital Marketing, Pemasaran Etnis dan Kemunculan Saluran.
Sebelum bergabung dengan Kraft, Dave menjabat sebagai Chief Commercial Officer di Forever.com, membantu seorang Pittsburgh berbasis start-up memulai bisnis penyimpanan berbasis awan.
Dave adalah lulusan West Point dan seorang veteran Angkatan Darat AS dengan layanan dalam Perang Teluk pertama di Irak. Beliau memperoleh gelar Master di Pemasaran dan Keuangan dari Tepper School of Business di Carnegie Mellon University.

Tom Corley
EVP and President,
          U.S. Retail Sales and Foodservice
Tom Corley bertanggung jawab atas organisasi penjualan ritel AS, pemasaran pelanggan, dan kelompok layanan pelanggan. Ia juga memimpin organisasi jasa makanan Kraft.
Tom diangkat Kraft Presiden, Penjualan AS pada April 2012. Sebelum peran itu, Tom menjabat sebagai Senior Vice President, Sales AS 2009-2012 dan memimpin organisasi penjualan melalui transformasi pada 2011 untuk membuat dua organisasi Penjualan kelas dunia yang mengarah ke Kraft Foods Grup spin-off. Dia bergabung dengan Kraft Foods pada tahun 1985.

Chuck Davis
EVP, Research,
         Development, Quality & Innovation
Chuck Davis adalah Wakil Presiden Eksekutif Penelitian, Pengembangan, Kualitas dan Inovasi untuk Kraft. Dia bertanggung jawab atas semua urusan produk dan kemasan pengembangan, penelitian, gizi, kualitas, keamanan pangan dan ilmiah. Sebelum perannya saat ini, Chuck menjabat sebagai Kraft Foods Inc Wakil Presiden, Penelitian, Pengembangan dan Kualitas untuk bisnis Eropa sejak 2007 . Sebelumnya, ia adalah Wakil Presiden, Penelitian, Pengembangan & Kualitas, Sektor Makanan Nyaman Amerika Utara dari tahun 2004 sampai 2007. Dia bergabung dengan Kraft pada tahun 1984. 

Deanie Elsner
EVP and Chief Marketing Officer
Deanie Elsner adalah Executive Vice President Kraft dan Chief Marketing Officer, yang bertanggung jawab untuk membangun kekuatan merek yang tak tertandingi perusahaan melalui pengembangan pemasaran kelas dunia dan inovasi yang mendorong keterlibatan konsumen dan memberikan kontribusi untuk volume dan pertumbuhan pendapatan perusahaan. Dia ditunjuk untuk posisi ini baru dibuat di Februari 2013.
Dalam peran sebelumnya sebagai EVP dan Presiden usaha Kraft Minuman, Deanie Elsner memiliki pengawasan untuk manufaktur, pemasaran dan penjualan merek ikonik sepertiMaxwell House kopi dan Kool-Aid minuman. Lain nama terkenal dalam portofolio nya adalah Capri Sun , Country Time , Crystal Light , Gevalia , dan sistem minuman melayani satu perusahaan, Tassimo . Dia memegang posisi ini sejak Mei 2010.
Deanie bergabung Kraft pada tahun 1992 sebagai Brand Manager Assistant di Glenview, Illinois. Dia memegang berbagai posisi manajemen pemasaran di bekas bisnis pizza Grocery dan Kraft sebelum bernama Kategori Direktur Bisnis, Boca Foods. Dalam peran tersebut, Deanie berhasil integrasi Boca Foods ke Divisi Mayer Oscar pada tahun 2001. Dua tahun kemudian, ia diangkat Kategori Bisnis Direktur Lunchables kombinasi makan siang dan diakui untuk mengubah bisnis yang sekitar. Deanie berhasil bisnis kopi Eropa Kraft Foods Inc.Dalam peran itu, ia berperan dalam berbalik bisnis kopi di Eropa dan membangun roadmap yang jelas untuk sukses untuk kategori ini.
Sebelum bergabung dengan Kraft, Deanie bekerja di Penjualan untuk Procter & Gamble dan Johnson & Johnson. Dia menerima gelar Sarjana Studi Wirausaha dari University of Arizona Pemasaran dan dan MBA dalam Pemasaran dan Keuangan dari University of Chicago.
Deanie melayani di Dewan Direksi Dewan Ad, sebuah organisasi non-profit swasta yang memproduksi, mendistribusikan dan mempromosikan layanan kampanye publik atas nama organisasi non-profit dan lembaga pemerintah. Dia juga menjabat di Dewan Direksi Chicago Museum of Science and Industry. Museum Sains dan Industri, salah satu museum sains terbesar di dunia, adalah rumah bagi lebih dari 35.000 artefak dan hampir 14 hektar tangan-on pameran yang dirancang untuk memicu penyelidikan ilmiah dan kreativitas.

Howard Friedman
EVP and President,
         Cheese & Dairy
Howard Friedman adalah Wakil Presiden Eksekutif dan Presiden unit Cheese & Dairy bisnis Kraft. Dalam peran ini, Howard mengawasi ikon keju dan susu merek Kraft.
Baru-baru ini, Howard adalah Presiden Penjualan bertanggung jawab atas Kraft pelanggan ritel terbesar, Wal-Mart, Inc. Sebelum pindah ke peran kepemimpinan dalam penjualan, ia menjabat sebagai Senior Vice President Pemasaran untuk Cheese & Susu, di mana dia memimpin bisnis secara keseluruhan manajemen, pemasaran, periklanan, desain kemasan dan banyak lagi.
Howard pertama kali bergabung dengan Kraft pada tahun 1997. Selama karirnya dengan perusahaan, ia telah memegang posisi tanggung jawab yang semakin kepemimpinan dalam pemasaran, di mana ia berhasil seperti merek ikonik seperti Philadelphia, Kraft Singles , Jell-O dan Kool-Aid .
Howard telah diakui oleh berbagai organisasi eksternal, termasuk yang bernama salah satu Ad Age Pemasaran 50 pada tahun 2006. penghargaan Kraft intern Howard ini telah termasuk Penghargaan Unggul Prestasi, Marketing Excellence Award dan pengakuan untuk menjadi pemimpin dalam keragaman mentoring.
Sebelum bergabung dengan Kraft, Howard menjabat sebagai seorang perwira Angkatan Darat selama lebih dari lima tahun dengan tugas di Seoul, Korea dan Fort Bragg, North Carolina.
Howard memiliki gelar Sarjana Ekonomi dari Dickinson College dan MBA dalam Pemasaran dan Keuangan dari New York University.

Robert (Bob) Gorski
EVP, Integrated Supply Chain
Bob Gorski adalah Executive Vice President, Integrated Supply Chain, terkemuka Kraft Pengadaan, Manufaktur, Teknik dan Customer Service dan kelompok Logistik. Bob bergabung Kraft Foods Inc pada tanggal 1 Agustus 2012 sebagai Executive Vice President, Pasokan Terpadu Rantai, Kraft Foods Amerika Utara. Ia terakhir menjabat sebagai Wakil Presiden, Supply Chain untuk bisnis perawatan bayi global yang Procter & Gamble dari tahun 2003 hingga 2012. Dalam dibedakan karir 34 tahun dengan P & G, Bob memegang peran kepemimpinan rantai pasokan dari lantai pabrik untuk peran senior dalam beberapa kategori di North Amerika dan Eropa. Pengalamannya dalam bekerja dengan Lean Six Sigma dan Total Productive Maintenance (TPM) akan sangat berharga saat kami melanjutkan perjalanan kami untuk meningkatkan rantai pasokan kami secara end-to-end.Sepanjang karirnya, ia telah berhasil membantu rantai pasokan, R & D, kualitas dan pekerjaan pemasaran bersama dengan baik untuk mendorong kinerja bisnis dengan meningkatkan produktivitas dan memindahkan seluruh rantai pasokan untuk model yang terintegrasi. 

 Jane Hilk
 EVP and President,
          Enhancers & Snack Nuts
Jane Hilk bertanggung jawab untuk memimpin Enhancer Kraft dan Snack unit usaha Nuts, yang mencakup merek ikonik seperti A.1. saus steak, abu-abu Poupon mustard premium,Kraft dan baik Seasons dressing, Kraft dan sasaran banteng saus barbekyu, Kraft danKeajaiban cambuk spoonable dressing dan Planters kacang camilan, campuran jejak dan selai kacang. Dia ditunjuk untuk posisi ini pada bulan Juli 2013 mendatang.
Sebelum peran kepemimpinannya saat ini, Jane menjabat sebagai Senior Vice President Pemasaran untuk unit usaha Makanan didinginkan dengan tanggung jawab untuk merek termasuk Oscar Mayer dan Lunchables . Jane memperjuangkan inovasi dan cara-cara baru pemasaran dalam bisnis, memimpin pergeseran investasi iklan dari kendaraan tradisional untuk media sosial dan digital. Pada tahun 2009, Oscar Mayer merek meluncurkan iklan baru yang kreatif dengan kampanye tunggal terbesar dalam sejarah 125 + tahunnya. Tim juga memperkenalkan Oscar Mayer Brand, yang diakui sebagai salah satu produk baru yang paling sukses IRI Pacesetter pada tahun 2011. Jane bergabung dengan bisnis didinginkan Makanan sebagai Wakil Presiden Pemasaran pada tahun 2008 dan dipromosikan menjadi Senior Vice President Pemasaran pada tahun 2010. Jane mulai dengan Kraft pada tahun 1991 sebagai Analis Riset Pasar. Dalam karirnya di Kraft, ia telah memegang posisi pemasaran dan manajemen mencakup berbagai kategori dan merek. Dia juga telah menyebabkan berbagai disiplin ilmu pemasaran termasuk komunikasi terpadu konsumen, pemasaran multikultural, hubungan pemasaran dan saluran pertumbuhan pemasaran.
 
Jane meraih gelar Sarjana Sains dari University of Illinois di Urbana-Champaign dan gelar Master dengan pujian dari DePaul University Graduate School of Business.

Diane Johnson May
EVP, Human Resources
Diane Johnson Mei adalah Executive Vice President Sumber Daya Manusia untuk Kraft. Dia bertanggung jawab untuk fungsi sumber daya manusia perusahaan.
Dia menjabat sebagai Kraft Foods Inc Senior Vice President, Sumber Daya Manusia, Kraft Foods Amerika Utara dari bulan September 2010 sampai dengan peluncuran Kraft Foods Group di Oktober 2012. Ia bergabung dengan Kraft Foods pada tahun 1980 dan telah bertugas di berbagai peran, termasuk Wakil Presiden , Sumber Daya Manusia di berbagai unit bisnis dari Desember 2006 sampai September 2010 dan Direktur Senior, Sumber Daya Manusia 2002-2006.

Chris Kempczinski
EVP and President, Canada
Chris Kempczinski ("Chris K") memimpin unit bisnis Kanada Kraft mengawasi semua aspek rantai pasokan, penjualan, pemasaran, sumber daya manusia dan penelitian, pengembangan dan kualitas. Chris K memiliki P & L tanggung jawab penuh untuk usaha termasuk merek tercinta seperti Kraft Dinner, Kraft Peanut Butter , Cracker Barrel keju alami dan Nabob kopi. Dia diangkat Presiden Kraft Kanada pada bulan Juli 2012 dan diberi nama Wakil Presiden Eksekutif dan Presiden pada bulan Januari 2014, melaporkan kepada CEO. Selama waktunya dengan Kraft Kanada, Chris K telah memimpin unit bisnis melalui perubahan transformatif dengan pemisahan dari Mondelēz International pada bulan Oktober 2012 dan kemudian restrukturisasi sumber daya organisasi untuk fokus pada penyederhanaan dan inovasi. Chris K datang ke Kraft pada tahun 2008 sebagai Senior Vice President mengawasi merek dalam makanan dan enhancer kategori dengan merek ikonik seperti Kraft Macaroni & Cheese dan Kraft dressing. Sebelum bergabung dengan Kraft, Chris K adalah Wakil Presiden Pemasaran di sektor minuman non-karbonasi dari PepsiCo. Sebelum PepsiCo, Chris K adalah seorang konsultan manajemen dengan The Boston Consulting Group, dengan fokus terutama pada produk konsumen dan farmasi. Ia menghabiskan empat tahun pertama karirnya sebagai manajer merek di Procter & Gamble. Chris telah menerima berbagai penghargaan pemasaran termasuk 4 Cannes Lions, 2 nominasi Emmy, dan beberapa Effie dan Clio penghargaan. Untuk prestasi pemasaran nya, Chris dilantik menjadi American Advertising Federation Hall of Achievement. Chris K menerima gelar BA di bidang Ekonomi dari Duke University dan MBA dari Harvard Business School.

Sam Rovit
EVP and President, Oscar Mayer
Sam Rovit adalah Wakil Presiden Eksekutif dan Presiden, Oscar Mayer, di mana dia memimpin bisnis daging AS perusahaan yang mencakup ikon Oscar Mayer dan Lunchablesmerek. Sam Rovit bergabung Kraft sebagai Executive Vice President, Strategi pada bulan Februari 2011. Sebagai kepala perusahaan strategi , Rovit arsitek pemisahan mantan Kraft Foods Inc menjadi dua mandiri, perusahaan publik - Kraft Foods Group dan Mondelēz International. Setelah peluncuran Kraft baru di Oktober 2012, Rovit menambahkan Plantersbisnis kacang untuk portofolio tanggung jawab yang mencakup strategi, pengembangan perusahaan, sistem informasi dan proses bisnis keunggulan. Di bawah kepemimpinannya,Planters mengubah model bisnisnya, yang menyebabkan pertumbuhan pangsa merek untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.   
Sebelum bergabung dengan Kraft, Sam adalah seorang partner senior dengan Bain & Company, sebuah perusahaan konsultan strategi global. Selama masa 20 tahun itu di Bain yang dimulai pada tahun 1988, ia memegang peran kepemimpinan di beberapa daerah praktek perusahaan termasuk merger dan akuisisi global yang, pembaharuan perusahaan dan perputaran, dan agribisnis. Sebagai kepala Bain Global M & A Praktek selama beberapa tahun, ia memimpin banyak integrasi merger besar. Dia adalah co-penulis buku 2004 Harvard Business School Press, Menguasai Penggabungan: Empat keputusan penting yang membuat atau menghancurkan kesepakatan , dan telah menulis sejumlah artikel tentang praktik terbaik M & A.
Dia meninggalkan Bain selama dua tahun untuk melayani sebagai Presiden dan CEO dari Swift & Co, salah satu prosesor terbesar di dunia daging sapi dan babi produk dengan $ 10 miliar dalam pendapatan dan 20.000 karyawan di Amerika Serikat dan Australia.
Dia juga merupakan Direktur JW Saxe Fund, yang menyediakan penghargaan yang memungkinkan mahasiswa untuk mengejar pekerjaan di sektor publik.
Dari 1982-1985 Sam adalah pendiri General Partner of Dawson-Butwick Penerbit, sumber utama berita di AS kebijakan telekomunikasi.
Sam meraih gelar MBA dari Harvard Business School, Master of Arts dalam Hukum dan Diplomasi Fletcher dari School of Law & Diplomasi, dan BA dalam Studi Kebijakan Publik dari Duke University.

Kim K.W. Rucker
EVP,Corporate&Legal Affairs,
         General Counsel and Corporate Secretary
Kim KW Rucker memimpin Kraft Foods Group hukum, urusan perusahaan dan urusan pemerintahan fungsi. Dia mengawasi disiplin hukum perusahaan termasuk tata kelola perusahaan, kepatuhan, litigasi, hukum makanan, transaksi, kekayaan intelektual dan obligasi korporasi. Dia juga mengawasi organisasi urusan perusahaan dan pemerintah, yang bertanggung jawab untuk komunikasi eksternal dan internal Kraft, inisiatif keterlibatan masyarakat dan kegiatan urusan pemerintahan.
Kim bergabung Kraft pada bulan September 2012. Sebelum Kraft, ia menjabat sebagai Senior Vice President, General Counsel, Sekretaris Perusahaan dan Kepala Kepatuhan di Avon Products, Inc Dia menyarankan Dewan Avon Direksi, eksekutif dan pemimpin bisnis di seluruh dunia, dan didukung inisiatif strategis perusahaan. Dia juga memimpin organisasi hukum global, dan diarahkan operasi global hukum perusahaan termasuk tata kelola perusahaan, transaksi, kepatuhan, litigasi, urusan pemerintahan dan kekayaan intelektual.
Sebelum perannya di Avon, Kim adalah Senior Vice President, Corporate Secretary dan Kepala Tata Officer untuk Energi Masa Depan Holdings, Corp (f / k / a TXU Corp) di Dallas, Texas. Di sana ia memainkan peran kunci dalam $ 45000000000 transaksi ekuitas swasta perusahaan, dan dipandu Dewan Direksi dan manajemen senior pada berbagai hukum, bisnis dan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan, termasuk tata kelola perusahaan, masalah regulasi dan kepatuhan, transaksi bisnis strategis, kompensasi eksekutif , strategi pengungkapan, perusahaan sekretaris dan keamanan fungsi.
Sebelum TXU, Kim menjabat sebagai Corporate Counsel untuk Kimberly-Clark Perusahaan di kantor pusat di Dallas, Texas dengan tanggung jawab dalam tata kelola perusahaan, transaksi perusahaan, hukum sekuritas dan masalah hukum lainnya.
Sebelumnya, Kim adalah partner di Grup Korporasi dan Efek pada Sidley Austin LLP di kantornya Chicago, Illinois.Sidley adalah salah satu firma hukum terbesar di dunia, dengan lebih dari 1.600 pengacara dan kantor di 17 kota di AS, Eropa dan Asia.
Kim lahir dan dibesarkan di daerah Chicago. Pada tahun 1993, ia dianugerahi nya Juris Doctor dari Harvard Law School dan Master dalam Kebijakan Publik dari F. Kennedy School John of Government di Universitas Harvard.
Dia menerima gelar sarjana, gelar Bachelor of Business Administration di bidang Ekonomi, dari University of Iowa pada tahun 1989. Di sana, dia adalah Harry S. Truman Scholar, dan lulus dengan pujian tertinggi.
Kim telah menerima berbagai pengakuan atas prestasi dan telah ditampilkan dalam publikasi di hukum, perusahaan daerah pemerintahan dan kepatuhan. Pada bulan Maret 2014, ia dihormati oleh majalah Savoy sebagai salah satu dari Top 100 kulit hitam Paling Berpengaruh di Perusahaan Amerika, sebuah kelompok terhormat dari Afrika-Amerika eksekutif dan influence.

George Zoghbi
Vice Chairman, Operations,
          R&D, Sales and Strategy
George Zoghbi adalah Wakil Ketua, Operasi, R & D, Penjualan dan Strategi di Kraft. Posisi ini menyatukan keahlian beberapa daerah bisnis utama di bawah satu pemimpin, termasuk manufaktur dan penjualan tim, serta R & D, yang mendorong Kraft inovasi, peningkatan kualitas produk dan pengembangan. Dia ditunjuk untuk peran ini pada Juni 2014.
Sebelumnya, George menjabat sebagai Presiden Cheese & Dairy dari 2009-2014, selain memimpin bisnis ekspor global yang Kraft. Dia memimpin bisnis dalam turnaround yang telah disampaikan beredar top-line dan pertumbuhan bottom-line. Di bawah kepemimpinannya, Cheese & Pengelola Dairy Unit adalah orang pertama yang mengimplementasikan inisiatif Perencanaan Bisnis Terpadu perusahaan yang bertujuan untuk memperkuat peramalan penjualan dan rantai pasokan perencanaan, yang menggelar seluruh perusahaan.
George memulai karir Kraft dengan bisnis global perusahaan - sekarang dikenal sebagai Mondelēz International - pada tahun 2007 sebagai Wakil Presiden dan Direktur di Area Australia dan Selandia Baru, di mana ia mengawasi semua aspek dari bisnis regional.
Sebelum bergabung dengan Kraft, George mengadakan berbagai peran kepemimpinan di Fonterra, eksportir susu terbesar di dunia. Prestasinya ada termasuk mengemudi untuk keunggulan operasional, mengintegrasikan beberapa bisnis yang diperoleh dan memberikan pertumbuhan melalui saluran baru.
George memiliki Diploma of Business, Marketing, serta Master of Enterprise dari University of Melbourne. George juga menyelesaikan Program Percepatan Pembangunan di MC London Business School di Inggris.



Produk produk kraft food yang merajai pasar makanan di dunia :
§  Toblerone
§  Oreo
§  Ritz
§  Cadbury
§  Belvita
§  Kraft Cheddar Cheese                                             
§  Maxwell
§  Milka
§  Planters
§  Tang
§  Vegemite
§  Biskuat
§  Legenda
§  All Time
§  Jacob's
§  Top One

          Dari beberapa produk diatas PT Kraft Foods Grup dapat menghasilkan keuntungan lebih dari 1miliar dollar AS dari 9 produk unggulannya yaitu dari Oreo, Kraft Cheese, Jacobs, LU biskuit, Philadhelpia Cheese, Maxwell House Coffe, Nabisco, Mika Chocolate.
 Dalam pemasaran PT Kraft Foods Grup memiliki beberapa cara untuk memikat hati konsumen di beberapa negara,strategi strategi itu antara lain :
a)   Rewire the Organitation Growth
PT Kraft Foods Grup berusaha menguatkan pola pikir kejujuran, keberanian dan tindakan dalam perusahaan. Kraft Foods Grup berusaha menyeimbangkan antara pengambilan keputusan serentak dalam melakukan bisnisnya, karena kraft berusaha menjadi yang terdekat dengan konsumen mereka.
b)  Reframe our Categories
PT Kraft Foods Grup membuat produk-produk perusahaan mereka lebih relevan kepada konsumen dengan cara melihat tren yang sedang terjadi di kalangan komsumen sehingga dapat menjadi kunci yang dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan. Sebagai contohnya hal ini di lakukan oleh Oreo di Indonesia dengan membuat beberapa varian rasa,memberikan kemasan yang beda terhadap produk oreo serta yang terbaru adalah Oreo menyediakan bentuk bola yang diinginkan oleh para konsumen di Indonesia.
c)    Exploit our sale capabilities
PT Kraft Foods Grup  mempunyai salah satu tenaga penjualan terkuat di dunia dan yang terbesar di dunia dan yang terbesar di industri makanan. Kraft Foods sekarang telah memperluas jaringan penyebaran produk mereka ke berbagai negara berkembang yang dapat menciptakan permintaan terhadap produk dari Kraft Foods dengan cepat.  Sebagai contohnya adalah pasar Oreo di Cina yang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan karena di awal kemunculan oreo di Cina pihak Kraft Foods mengumpulkan 6000 pelajar untuk di jadikan brand ambassador dari Kraft. Pelajar yang dijadikan brand ambassador bertugas untuk mempromosikan produk oreo kepada orang yang mereka temui. Cara ini sangat efektif karena setelah beberapa tahun berjalan oreo menjadi produk yang sangat digemari oleh masyarakat Cina.
d)  Drive Down Costs without Compromising Quality
PT Kraft Foods Grup mengawasi dan memelihara biaya-biaya produksi secara efisien tanpa mengurangi muu produk yang dihasilkan. Salah satu caranya yaitu dengan membuat pabrik-oabrik baru termasuk pabrik biskuit Oreo di negara-negara berkembang yang dimana bahan baku dan tenaga kerjanya lebih murah.
Selain beberapa strategi diatas PT  Kraft Foods Grup juga melakukan strategi dalam media online.Kraft Foods telah menjadi perintis dalam ruang penerbitan online dan konten. Mereka menawarkan konten bermerek online melalui kegiatan customer relationship management (CRM) mereka sejak awal era 1990-an. Mereka telah meluncurkan kraftfoods.com pada 1992 dan menyajikan majalah makanan dan keluarga pada 2011.
Dari strategi-strategi diatas lah yang menyebabkan Kraft Food Grup tetap mepmpunyai pelanggan setia dan menjadikan Kraft Foods Grup menjadi produsen makanan terbesar di dunia saat ini.

PT Kraft Foods Grup termasuk dalam organisasi yang dinamis karena terdapat 2 orang atau lebih yang melakukan kegiatan yang sama, dapat diwujudkan dengan kerja sama yang harmonis dan kegiatan itu mengarah pada kegiatan yang sama. Kerja sama sebagai kegiatan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih, cenderung memberikan hasil yang lebih besar daripada dilakukan sendiri-diri atau secara perseorangan. Dengan demikian berarti organisasi bermaksud mewujudkan efesiensi dan efektivitas dalam mewujudkan tujuan yang sama, melalui kegiatan kerja sama sejumlah orang

Perusahaan ini termasuk mempunyai organisasi yang modern dimana teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.

Organisasi ini termasuk organisasi Niaga dimana organisasi ini sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula dan organisasi ini termasuk organisasi niaga yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Perusahaan ini bukan termasuk Organisasi Sosial karena bukan dibentuk oleh anggota Masyarakat, PT Kraft Foods Grup adalah sebuah PT yang mempunyai lingkup Organisasi Internasional karena anggotanya meliputi negara-negara yang ada di dunia dan bukan membentuk organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.


Sekian Profile dari PT Kraft Foods Grup yang dapat saya tulis, dengan produk yang bermutu dan berkualitas PT Kraft Foods Grup dapat bersaing meramaikan pasar perdagangan Dunia, Khususnya dalam bidang pangan. Dengan Struktur dan Management yang kuat akan sangat mudah bersaing dengan perusahaan besar lainnya.


sumber : www.kraftfoodsgroup.com/About/profile/index.aspx