Senin, 23 November 2015

For More Information About Tobacco, Keep Smoking

     Judul di atas mungkin berupa untuk memberitahukan apa yang terkandung dalam rokok untuk para perokok. Rokok terbuat dari bahan baku berupa tembakau. Dalam kesempatan ini saya akan membahas salah satu perusahaan yang sudah terkenal sampai luar negeri dan memiliki saham di Bursa Efek Indonesia, PT Bentoel International Investama Tbk. Rasa tembakau yang khas membuat BAT menjadi perusahaan terdepan di Indonesia. PT. Bentoel Internasional Investama, Tbk ("Bentoel" atau "Perseroan”) dan anak perusahaannya adalah anggota British American Tobacco Group, grup perusahaan tembakau terbesar kedua di dunia berdasarkan pangsa pasar global dengan berbagai brand yang dijual di lebih dari 200 pasar.

     Saat ini Bentoel adalah produsen rokok terbesar keempat di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 7%. Perusahaan Bentoel memproduksi dan memasarkan berbagai jenis produk tembakau seperti rokok kretek mesin, rokok kretek tangan dan rokok mesin putih. Portofolio kami mencakup brand lokal seperti Club Mild, Neo Mild, Tali Jagat, Bintang Buana, Sejati, Star Mild dan Uno Mild serta brand global seperti Dunhill, Lucky Strike, dan Pall Mall. Bentoel mempekerjakan lebih dari 8.000 orang yang tersebar di bagian produksi, pemasaran dan distribusi rokok. Bentoel Group mengarahkan dirinya untuk menjadi perusahaan tembakau dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Agenda Strategic Leadership baru Bentoel Group kini berdasarkan strategi British American Tobacco, yang menyoroti empat pilar akan Pertumbuhan, Produktifitas, Tanggung Jawab, dan Organisasi Juara.

      Tujuan Bentoel saat ini untuk meyakini nilai pemegang saham dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk menaikkan pendapatan karena dibandingkan dengan industri lainnya persentase kontribusi perpajakan industri rokok lebih besar. Strategi perusahaan adalah dengan meningkatkan kualitas tembakau di indonesia. Di Indonesia sendiri produktivitas hasil tembakau masih jauh di bawah rata-rata produktivitas tembakau dunia.

      Untuk menciptakan efisiensi yang berarti pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berjalan lancar sesuai dengan harapan, oleh sebab itu kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan efisiensi itu sendiri. Pengertian efisiensi menurut Mulyamah 

“Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang direalisasikan atau perkataan lain penggunaan yang sebenarnya”

      Efesiensi merupakan syarat atau ukuran pelaksanaan kerja yang paling tepat sehingga O&M sebagai bantuan teknis dan praktis dalam pelaksanaan fungsi manajemen bisa berjalan lancar yaitu pemaksimalan manfaat sumber-sumber yang dimiliki. Ada beberapa syarat untuk tercapainya efisensi untuk meningkatkan Bentoel dalam mencapai kesuksesan:


  • 1. Berhasil guna (efektif)


Pada tahun 2014, kami meneruskan penerapan efisiensi pada proses pengadaan langsung dan tidak langsung atas barang dan jasa. Tranformasi secara keseluruhan di Perseroan dilakukan untuk tetap memaksimalkan penghematan di dalam organisasi guna mencapai efisiensi kegiatan operasional yang optimal dan pengeluaran yang efektif. Pengembangan sumber daya manusia yang konsisten, manajemen pemasok dan proses sistem procurement-to-pay otomatisasi lainnya terus berlanjut sehingga berhasil mencapai target penghematan yang telah ditetapkan sepanjang tahun ini.
Kegiatan yang sudah di lakukan sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Dalam perkebunan tembakau dan cengkeh. Rp 14- 30 triliun kontribusi perkebunan tembakau dan cengkeh per tahun terhadap total industri rokok di Indonesia dalam rentang waktu 5 tahun (2009- 2013).1,7 juta petani yang terlibat langsung di dalam perkebunan tembakau dan cengkeh. Rata rata pendapatan petani tembakau mencapai Rp 51 – 54 juta per hektar lebih tinggi dibandingkan dengan petani kelapa sawit yang hanya mencapai Rp 19 – 29 juta per hektar (2011-2013). Nilai penjualan rokok pada tahun 2014 diperkirakan sebesar Rp 276 triliun. Industri rokok melibatkan sekitar 5,98 juta pekerja, terdiri dari 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, dan 1,7 juta pekerja di sektor perkebunan. Konsumsi rokok di Indonesia  5,6 batang/hari/orang. Kediri, Kudus, Malang dan Surabaya merupakan daerah sentra utama industri rokok. Kontribusi industri rokok terhadap penerimaan negara di tahun 2014 dalam bentuk cukai, PPN, PD dan PPH diperkirakan sebesar Rp 154 triliun** 9,8% dari pendapatan perpajakan berasal dari cukai tembakau. 

  • 2. Ekonomis

Dalam usaha pencapaian efektif maka sumber daya telah digunakan dengan tepat sesuai dengan perencanaan sehingga tidak terjadi pemborosan, penyelewengan dan korupsi. Untuk itu Bentoel membuat laporan anggaran keuangan dengan kehadiran semua direksi ataupun komisaris. Dan melakukan evaluasi berdasarkan pencapaian target.



Tanda tangan Direksi



Berikut ikhtisar keuangan Bentoel


 


Korupsi dapat menimbulkan distorsi di pasar dan merugikan pembangunan ekonomi, sosial dan politik, terutama di negara yang sedang berkembang. Merupakan hal yang tidak dapat diterima apabila Grup Perusahaan dan karyawan yang terlibat atau terkena dampak dalam praktek korupsi yang dilakukan dengan cara apapun. 

  • 3. Pelaksanaan Kerja yang dapat di pertanggung jawabkan



Pengawasan Produk yang Bertanggung Jawab 

Prinsip dari Pengawasan Produk yang Bertanggung Jawab merupakan dasar kami untuk memenuhi permintaan konsumen bagi produk yang legal yang dapat menyebabkan penyakit serius. Dengan demikian, produk dan merek kami harus dikembangkan, dibuat, dan dipasarkan dengan cara yang bertanggung jawab. Kami juga berharap untuk mengembangkan produk tembakau dengan beberapa pertimbangan penting, yang dari waktu ke waktu, diakui secara ilmiah dan oleh otoritas pembuat peraturan karena pada hakekatnya memberikan pengurangan risiko pada kesehatan. 

Keyakinan Inti 

•Kami meyakini dalam ketentuan pesan kesehatan yang akurat dan jujur tentang risiko konsumsi tembakau 

•Kami meyakini dampak kesehatan dari konsumsi tembakau harus dikurangi dengan tetap menghormati hak dari orang dewasa yang memiliki pengetahuan untuk memilih produk yang mereka inginkan Kami meyakini bahwa informasi yang relevan dan berarti tentang produk kami harus terus diberikan

•Kami meyakini bahwa orang-orang di bawah umur tidak boleh mengonsumsi produk tembakau. Kami meyakini bahwa merek dan produk kami harus dipasarkan secara bertanggung jawab dan terarah kepada konsumen dewasa 

•Kami meyakini bahwa dalam penerapan pajak yang sesuai atas produk tembakau dan penghapusan dari perdagangan tidak sah 
  
•Kami meyakini akan peraturan yang menyeimbangkan kepentingan dari semua bagian masyarakat, termasuk konsumen tembakau dan industri tembakau. 

•Kami meyakini bahwa area bebas rokok harus dibangun dengan cara yang menyeimbangkan kepentingan perokok dan nonperokok
  • 4. Pembagian Kerja yang nyata 
Dalam Pembagian Kerja harus didasarkan tanggung jawab yang ada, kemampuan kerja dan waktu yang tersedia. Pembagian kerja yang nyata di lakukan pada rapat dewan komisaris, sehingga pelaku bisnis benar-benar hadir dan bekerja. 

Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Komitmen
Manajemen Perseroan secara konsisten senantiasa menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG, Good Corporate Governance) dalam setiap sisi kegiatan pengelolaan Perseroan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam penerapan GCG tersebut Manajemen Perseroan selalu memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, praktik dan rekomendasi GCG terbaik.

Struktur Manajemen GCG
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah kewenangan tertinggi dalam Perseroan. Kami menyelenggarakan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2012 pada bulan Juni 2013. Selain itu, kami juga menyelenggarakan RUPS Luar Biasa pada Agustus 2013 yang menyepakati perubahan komposisi Dewan Komisaris Perseroan.

Dewan Komisaris
Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan manajemen dan bisnis Perseroan yang dilaksanakan oleh Direksi serta memberi kerangka arahan untuk Direksi. Dewan tersebut memiliki hak untuk memeriksa dokumen, korespondensi dan barang-barang bukti lainnya, serta hak untuk memeriksa aset Perseroan. Mereka juga berhak untuk mengetahui semua kegiatan yang dilakukan oleh Direksi dalam mengelola Perseroan. Dewan Komisaris memenuhi fungsi pengawasannya untuk kepentingan Perseroan dan menjawab RUPS.

Rapat Dewan Komisaris
Dewan Komisaris secara rutin menyelenggarakan rapat untuk mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan manajemen Perseroan. Di tahun 2013, Dewan Komisaris menyelenggarakan empat rapat yang kehadirannya mencapai 100%, seperti ditunjukkan pada tabel berikut:

Direksi
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Direksi berhak untuk mewakili dan mengikat Perseroan di dalam dan luar pengadilan dan memiliki hak untuk bertindak untuk dan atas nama Perseroan untuk melaksanakan semua tindakan, kecuali jika ditentukan lain dalam Anggaran Dasar, dan akan bertanggung jawab dalam RUPS. Anggota Direksi ditunjuk dan diberhentikan oleh RUPS.

Rapat Direksi
Di tahun 2013, Direksi menyelenggarakan empat rapat gabungan dengan Dewan Komisaris, yang tingkat kehadiran Direksinya mencapai 100%. Direksi juga menyelenggarakan rapat dengan KomiteAudit. Direksi secara rutin menyelenggarakan rapat untuk mendiskusikan masalah operasional dan praktik GCG dalam Perseroan guna memastikan tercapainya tujuan bisnis dan juga implementasi yang tepat untuk GCG.

Remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi menerima remunerasi yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Remunerasi untuk anggota Dewan Komisaris ditentukan selama RUPS Tahunan sedangkan Remunerasi untuk Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris. Di tahun 2013, jumlah total remunerasi yang dibayarkan kepada para anggota Dewan Komisaris dan Direksi berjumlah Rp 44,6 milyar.

Komite Audit
Komite Audit terdiri dari tiga anggota yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris. Para anggota adalah pihak independen dan dipimpin oleh Komisaris Independen Perseroan. Peran Komite Audit adalah mendukung Dewan Komisaris dan Direksi dalam permasalahan yang berhubungan dengan manajemen risiko bisnis, pengendalian internal dan kepatuhan serta manajemen bisnis. Atas dasar tindakan yang tepat dan informasi yang relevan, Komite Audit harus memastikan:

1. Tersedianya sistem pengendalian internal yang tepat dan memuaskan untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi risiko bisnis dalam Perseroan.
2. Diidentifikasinya masalah atau kelemahan besar tertentu dalam sistem tersebut dan pembuatan rencana kerja yang tepat waktu dan akurat.
3. Perseroan dan anak perusahaannya melaksanakan kegiatan bisnis secara tepat dan efisien.

Komite Audit harus memastikan bahwa sumber daya untuk audit internal dan eksternal digunakan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan Perseroan. Hasil dari rapat Komite Audit dilaporkan kepada Dewan Komisaris Perseroan.
Tugas dan Tanggung Jawab:
Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:

1. Laporan Keuangan
Komite Audit akan mengawasi integritas laporan keuangan Perseroan dan pengumuman formal apapun yang berhubungan dengan kinerja Perseroan, dan memeriksa penilaian signifikan yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut sebelum diserahkan kepada Dewan Komisaris untuk disetujui.
2. Kontrol Internal dan Risiko Bisnis
Komite Audit akan terus memantau efektifitas dari akuntasi, pengendalian internal serta identifikasi risiko bisnis dan pengelolaan sistem Perseroan dan anak perusahaannya.
3. Audit Internal
Komite Audit akan mengawasi dan meninjau efektifitas layanan audit internal yang disediakan oleh Perseroan.
4. Audit Eksternal
Komite Audit akan mengelola hubungan dengan auditor eksternal termasuk menyetujui penunjukkan, biaya, persetujuan dari cakupan dan rencana audit serta tinjauan kinerja.
Komite Audit juga bertanggung jawab menyiapkan laporan tahunan Komite Audit sebagai bagian dari Laporan Tahunan Perseroan dan membantu Dewan Komisaris dan Direksi dalam mengamati etika serta tanggung jawab sosial dan lingkungan Perseroan.


  • 5. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab


Pencatatan dan pelaporan informasi yang jujur, tepat dan obyektif, baik finansial maupun non-finansial, sangat penting untuk: 
1. Kredibilitas dan reputasi Grup; 
2. Dapat memenuhi kewajiban hukum, pajak, audit dan kewajiban berdasarkan                 peraturan perundang-undangan; dan 
3. Memberitahu dan mendukung keputusan dan tindakan bisnis dari Grup                           perusahaan.

Seluruh data yang dibuat, baik finansial maupun non-finansial, oleh Grup perusahaan dan karyawannya harus dengan tepat mencerminkan transaksi dan peristiwa yang terkait. Grup perusahaan dan karyawannya harus memastikan bahwa mereka mematuhi semua peraturan perundang-undangan hukum yang berlaku, persyaratan akuntansi eksternal dan prosedur dari Grup untuk laporan keuangan dan laporan bisnis lainnya.Grup perusahaan harus menerapkan kebijakan dan prosedur pengelolaan dokumen yang mencerminkan Kebijakan Pengelolaan Dokumen dari Grup (Record Management Policy). Seluruh karyawan harus memastikan bahwa mereka mengelola dokumen bisnis mereka sesuai dengan kebijakan dan prosedur pengelolaan dokumen yang berlaku. Data finansial (misalnya: buku, catatan dan perhitungan) harus memenuhi prinsip akuntansi yang berlaku umum dan kebijakan serta prosedur akuntansi dan pelaporan Grup.Pencatatan ini berlaku, baik untuk data dalam bentuk dokumentasi kertas kerja, bentuk elektronik atau suatu media lain. Kelalaian menyimpan catatan yang tepat dan lengkap bukan hanya bertentangan dengan kebijakan Grup tetapi juga dapat bersifat ilegal. Tidak pernah ada pembenaran atau toleransi apapun atas pemalsuan catatan atau salah memberikan fakta. Perbuatan tersebut dapat dianggap penipuan dan dapat menimbulkan tanggung jawab perdata atau pidana. Anda harus memastikan bahwa Anda sudah tahu dan memahami kebijakan dan prosedur pengelolaan dokumen perusahaan. Apabila Anda membutuhkan informasi atau panduan lebih lanjut, Anda harus menghubungi Record Manajer setempat Anda. Anda tidak pernah boleh mengubah atau memusnahkan catatan perusahaan, kecuali sesuai dengan kebijakan dan prosedur pengelolaan dokumen yang telah ditetapkan.Buku, catatan dan perhitungan Grup perusahaan harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau di negara tempat kedudukan perusahaan tersebut. Namun, untuk pelaporan Grup, informasi harus sejalan dengan kebijakan dan prosedur akuntansi dan pelaporan Grup (IFRS).
Karyawan bertanggung jawab melindungi dan menggunakan dengan benar aset Grup yang diberikan kepada karyawan agar dapat melakukan pekerjaan mereka dan memenuhi tujuan bisnis Grup.



  • 6. Prosedur kerja yang praktis



Untuk menegaskan bahwa Organisasi dan Metode merupakan kegiatan praktis, maka target efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat dipertanggung jawabkan serta pelayanan kerja yang memuaskan haruslah merupakan kegiatan-kegiatan operasional yang dapat dilakukan dengan lancar dan tidak hanya berhenti sebagai konsep-konsep teoritis di atas kertas saja Organisasi dan Metode menunjukan kegiatan ilmiah dan praktis yang urutan tahap demi tahap mencerminkan asal pekerjaan, kemana akan diteruskan dan kapan selesainya.

PROCESSING KRETEK CIGARETTE
 1.  Tinjauan Umum Rokok
Dalam rangka pemahaman tobacco flavour diperlukan latar belakang pengetahuan tentang rokok itu sendiri.  Di Indonesia secara umum dikenal terdapat dua jenis rokok, yaitu: 1) rokok kretek  dan 2) rokok putih. Perbedaan dari kedua jenis rokok tersebut terletak pada penggunaan cengkeh (clove) dan tipe cita-rasanya, rokok kretek menggunakan clove (hanya terdapat di Indonesia) terdiri dari dua kategori, yaitu SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan SKM (Sigaret Kretek Mesin) sedangkan rokok putih tidak menggunakan clove (internasional) dikenal dengan SPM (Sigaret Putih Mesin).  Perbedaan tipe cita-rasanya adalah sebagai berikut:
1.1. Rokok Kretek
Terdapat dua tipe cita-rasa, yaitu:
Tipe berdasarkan penggunaan flavour:
1)      High Flavour: tipe sweet spicy (Gudang Garam, Djarum, lainnya); tipe nutty fruity (Bentoel International, Grendel, lainnya).
2)      Low Flavour: tipe natural (234, Mild, Saritoga, lainnya)
 Tipe berdasarkan kandungan tar dan nicotine
1)      Low Tar & Nic (< 15 mg tar/cig. & < 1,1 mg nic./cig.): A Mild, Star Mild, & L.A.
2)      Medium Tar & Nic (15 < mg tar/cig. < 20 & 1,1 < mg nic/cig. < 1,5): Bentoel Mild, A International, & 234 Filter.
3)      Regular : selain no 1 dan no 2.
1.2. Rokok Putih
Terdapat dua tipe cita-rasa, yaitu:
1)      American Blend:  sweet aromatic anissed & typical acid fruit, chocolate & fermented (Marlboro, Lucky Strick, lainnya).
2)      Virginia Blend: typical virginia smoke taste & fermented acid taste (Ardhat, 555, lainnya) termasuk English type dan Asia type (Japan Tob., China Tob., lainnya)
2.  Proses Produksi Rokok Kretek
Raw mat produksi rokok kretek terdiri atas empat bagian yang masing-masing bagian merupakan compound, yaitu:
1)      Blend Tembakau
2)      Blend Clove
3)      Casing Flavour
4)      Top Flavour
Proses produksi dari keempat bagian tersebut melalui beberapa tahap proses seperti disajikan pada Diagram Alir Proses Produksi Rokok Kretek (Gambar 1)
Blend Tembakau merupakan campuran dari berbagai macam jenis tembakau (bentuk rajangan) dengan perbandingan tertentu sedemikian rupa sehingga diperoleh cita-rasa tembakau yang diinginkan.
Blend Clove merupakan campuran dari beberapa jenis clove (bentuk rajangan) dengan perbandingan tertentu sedemikian rupa sehingga diperoleh cita-rasa clove yang diinginkan.



 3.  Tobacco Flavour
Tobacco flavour terdiri atas dua bagian yang masing-masing berbeda peranannya terhadap rokok kretek yang dihasilkan.  Kedua bagian tersebut adalah: 1) Casing Flavour dan 2) Top Flavour.
Casing Flavour
Casing Flavour merupakan larutan compound dari berbagai macam raw mat yang terlarut dalam air, yang berperan memperbaiki, meningkatkan dan menyempurnakan cita-rasa blend tembakau.  Raw mat yang digunakan dalam membentuk casing umumnya berupa ekstrak, konsentrat, resinoid, dan bentuk lain yang larut dalam air.
Secara umum compound casing terdiri atas beberapa block:
§ Humectant ( PG, Gliceryn, Madu )
§ Sweet block
§ Tobacco acid ( Sour Plum, Plum Casing )
§ Brown block ( Coffee Extrac, Cocoa, Mapple, Anis Casing )
§ Spicy block  ( Keningar / Kayu Manis )
§ Fermented block
§ Tobacco softener/ smoothener  (Licorice)
§ Tobacco enhancer/ improver (Tabac-Tabac)
§ Burning & Preservative agent
§ Body replacer (Cocoa)
§ Fixative
§ Solvent (water)
Top Flavour
Top flavour merupakan larutan compound dari berbagai macam flavour yang terlarut dalam alcohol, yang berperan memberi arah cita-rasa rokok kretek yang dihasilkan.  Raw mat yang digunakan dalam membentuk Top flavour umumnya berupa oil, oleoresin, absolute, dan aroma chemical yang larut dalam alcohol.
Secara umum compound Top terdiri atas beberapa block:
§ Pack aroma
§ Sweet block (Tabac Sweet, Vanilla, Sweet Alami, Anis dll)
§ Fresh block (Havana, Manila)
§ Fermented block (Rhum, Cognag, Jamaica)
§ Fruity block (Nangka, Strawberry, Fruity)
§ Brown block (Gurih FC, Coffee, Mapple)
§ Spicy block (Cassia, Clove Oil, Nut Meg, Ginger dll = Spicy TF)
§ Tobacco Top block (Madura, Virginia, Kentucky)
§ Sour agent (Plum)
§ Green block (Strawberry, Rashberry)
§ Floral block (Jasmine, Rose Oil)
§ Fixative (Tabac Fixative, Labdanum, Benzoin, Peru Balsamic)
§ Solvent (alcohol, PG)
Berdasarkan keadaan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa:
§ Casing dan Top flavour merupakan larutan yang jauh berbeda, terutama polaritas-nya, walaupun kadang-kadang raw mat top flavour masuk dalam compound casing itu semata-mata strategi kreasi.  Tetapi raw mat untuk Casing selalu tidak mungkin masuk dalam compound Top flavour.


Dari Pernyataan di atas muncul pertanyaaan, "Mengapa orang merokok?". Padahal di rokok tersebut sudah tertera tulisan merokok menyebabkan banyak penyakit.

Pertanyaan ‘Mengapa orang merokok?’ telah dilontarkan untuk beberapa tahun. Jawaban yang sederhana adalah bahwa orang merokok untuk nikotin. Tetapi untuk banyak orang, situasinya tampaknya lebih kompleks.

Merupakan hal yang sangat diketahui bahwa merokok merupakan penyebab utama dari banyak penyakit dan harga pembelian rokok bisa sangat tinggi, sehingga lumrah untuk ditanyakan mengapa begitu banyak orang yang merokok.

Banyak yang pada komunitas kesehatan umum menyatakan bahwa orang merokok karena mereka sudah kecanduan terhadap nikotin. Banyak perokok menghadapi masalah kesulitan untuk berhenti.

Efek pharmacologis dari nikotin – sebuah efek stimulan ringan mirip dengan caffeine, dan efek relaksasi yang ringan – merupakan bagian penting dari pengalaman merokok, dan tidak mungkin rokok tanpa nikotin akan diterima oleh perokok.

Tetapi, ada hal lebih dari merokok dari sekedar nikotin. Merokok terdiri dari banyak gerakan ritual yang melibatkan banyak panca indera. Seorang perokok akan sering menjelaskan kesenangan dari rasa memegang sebatang rokok di tanganya, dan dari citarasa, pandangan dan bau akan asap. Juga, terutama dalam lingkup sosial, merokok melibatkan pengalaman berbagi dengan para perokok lainnya.


Sumber:


http://www.bentoelgroup.com/group/sites/BAT_8WXDPH.nsf/vwPagesWebLive/DO8W3DM8?opendocument

http://www.bentoelgroup.com/group/sites/BAT_A5EEYP.nsf/vwPagesWebLive/DO9T5K52?opendocument


Kamis, 08 Januari 2015

TUGAS ISD 3

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN



Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.

Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti societyberhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Syarat-syarat Menjadi Masyarakat
1. Mematuhi aturan yang dibuat oleh negara
2. Mematuhi hak dan kewajiban sebagai masyarakat
3. Melindungi negara ditempat masyarakat tersebut bermukim
4. Menciptakan lingkungan yang tentram dan damai

Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik, perbedaan agama dan sebagainya.
3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
4. Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
5. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
6. Interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripada faktor pribadi.
7. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Ciri-ciri Masyarakat Kota :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik, perbedaan agama dan sebagainya.
3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
4. pembagian kerja di antAra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
5. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
6. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
7. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

HUBUNGAN DESA DAN KOTA
a. Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda.
b. Bersifat ketergantungan.
c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan.
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu.
e. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa.
f.  Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan.
g. Mereka kelompok para penganggur di desa.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik.
Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen-komponen yang memebentuk struktur kota tersebut. Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.

Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi:
– Wisma: Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
– Karya: Untuk penyediaan lapangan kerja.
– Marga: Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
– Suka: Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
– Penyempurnaan: Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.

Untuk itu semua, maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan:
a. Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota. Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
b. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c. Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
d. Dalam rangka pemekaran kota, harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya.

Fungsi Eksternal
Fungsi eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalm kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik secara regional maupun nasional.

MASYARAKAT PEDESAAN
Pengertian Desa
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis, sosial, ekonomi, politik dan kulural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain. Pola keruangan desa bersifat agraris yang sebagian atau seluruhnya terisolasi dari kota. Tempat kediaman penduduk mencerminkan tingkat penyesuaian penduduk terhadap lingkungan alam, seperti iklim, tanah, topografi, tata air, sumber alam, dan lain-lain. Tingkat penyesuaian penduduk desa terjhadap lingkungan alam bergantung faktor ekonomi, social, pendidikan dan kebudayaan.

Ciri-ciri Masyarakat Desa :
1. Sistem kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekelurgaan (paguyuban).
2. Masyarakat bersifat homogeny seperti dalam hal mata pencahariaan, agama dan adat istiadat.
3. Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
4. Mata pencahariaan utama para penduduk biasanya bertani.
5. Faktor geografis sangat berpengaruh terhadapa corak kehidupan masyarakat.
6. Jarak antara tempat bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.

Gejala Mayarakat Pedesaan :
Di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, yang menyebabkan di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan. Gejala-gejala sosial tersebut antara lain:
a. Konflik (pertengkaran), pertengkaran yang terjadi di sini biasanya terjadi karena masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
b. Kontraversi (pertentangan), petentangan ini sering terjadi diakibatkan perubahan kebudayaan, psikologi ata dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic).
c. Kompetisi (persaingan), persaingan di sini sering terjadi dalam berbagai hal, terutama dalam bekerja.
d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan

PERBEDAAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN
Kehidupaan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dsb. Kesan seperti ini karena masyarakat kota hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pengalaman.

Untuk memahami masyarakata pedesaan dan perkotaan tidak mendefinisikan secara universal dan obyektif. Tetapi harus berpatokan pada ciri-ciri masyarakat. Ciri-ciri itu ialah adanya sejumlah orang, tingal dalam suatu daerah tertentu, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdepensi, adanya norma-norma dan kebudayaan.

Masyarakat pedesaan ditentukan oleh bentuk fisik dan sosialnya, seperti ada kolektifitas, petani iduvidu, tuan tanah, buruh tani, nelayan dsb.

Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan sosisal, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem lainnya.





PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT


PERTENTANGAN SOSIAL
Pertentangan sosial merupakan suatu penyimpangan yang biasanya didasari oleh kesalah pahaman. Pertentangan sosial dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari sebagai contohnya : tawuran, peperangan antar suku dan juga kekerasan dalam rumah tangga semua , semua itu hanya ingin memuaskan keegoisan masing-masing yang ingin memenangkan dirinya sendiri.
Yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari ini adalah tawuran, tawuran biasanya dilakukan hanya karena saling ejek satu sama lain, untuk memperoleh kebanggaan tersendiri. Hal tersebut dapat dihilangkan dengan cara percaya satu sama lainnya, terbuka, saling pengertian dan semua itu dapat di tanamkan dari kecil agar tidak mudah salah paham terhadap orang lain.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial:
1. Rasa Iri antara individu,negara, dan masyarakat
2. Adanya rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
3. Banyak adu domba antara politik,agama,suku serta budaya

INTEGRASI
integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial
A. Faktor Internal :
kesadaran diri sebagai makhluk sosial
tuntutan kebutuhan
jiwa dan semangat gotong royong
B. Faktor External :
tuntutan perkembangan zaman
persamaan kebudayaan
terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
persaman visi, misi, dan tujuan
sikap toleransi
adanya kosensus nilai
adanya tantangan dari luar

KEPENTINGAN (UMUM, DIRI SENDIRI)
Kepentingan adalah kebutuhan individu/kelompok. Banyak pula yang berpendapat kepentingan adalah dari timbulnya sikap dan tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Dilihat dari jenisnya kepentingan dibagi 2:
1. Kepentingan umum:
Kepentingan yang berdasarkan kepentingan/kebutuhan banyak orang. Seperti pemerintah menurunkan harga bbm. Yang jika di lihat dari positifnya itu adalah kepentingan umum, yaitu masyarakat/warganya.
2. Kepentingan diri sendiri:
Kepentingan diri sendiri adalah kepentingan/kebutuhan sesuai keinginan diri sendiri/individu. Kepentingan diri sendiri seperti makan, minum, membeli hp baru, dll. Yang hanya untuk memuaskan/memenuhi kebutuhan individu

PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ENTOENSTRISME
Prasangka
Prasangka adalah suatu pemikiran yang bisa bersifat baik ataupun buruk, prasangka buruk seringkali menimbulkan konflik/pertentangan. Sebaiknya kurangilah berprasangka buruk terhadap orang atau sesuatu, agar kita dapat menghindari konflik/pertentangan.
Diskriminasi
merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasiDiskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Etnosentrisme
Etnosentrisme terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh dengan identitasnya, menolak bercampur dengan kebudayaan lain. Porter dan Samovar mendefinisikan etnosentrisme seraya menuturkan, “Sumber utama perbedaan budaya dalam sikap adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan memandang orang lain secara tidak sadar dengan menggunakan kelompok kita sendiri dan kebiasaan kita sendiri sebagai kriteria untuk penilaian. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita; makin besar ketidaksamaan, makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling baik, sebagai yang paling bermoral.”
Etnosentrisme membuat kebudayaan kita sebagai patokan untuk mengukur baik-buruknya kebudayaan lain dalam proporsi kemiripannya dengan budaya kita. Ini dinyatakaan dalam ungkapan : “orang-orang terpilih”, “progresif”, “ras yang unggul”, dan sebagainya. Biasanya kita cepat mengenali sifat etnosentris pada orang lain dan lambat mengenalinya pada diri sendiri.
Sebagian besar, meskipun tidak semuanya, kelompok dalam suatu masyarakat bersifat etnosentrisme.

PERTENTANGAN SOSIAL DAN KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT
Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :
1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
3. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan :
a. pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk adanya pertentangan, ketidakpastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
b. pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
c.pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada
golongan yang berbeda dan integrasi sosial
masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek” kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Nasion Indonesia

INTEGRASI MASYARAKAT
masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat” yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentu.

INTEGRASI NASIONAL
Apa itu integrasi nasional?
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.
Contoh-contoh penghambat integrasi nasional :
1. Perbedaan kepentingan, dengan masyarakat yang majemuk tentu akan menimbulkan pula perbedaan kepentingan antara yang satu dan yang lain, dan bila tidak disikapi secara dewasa hal ini juga dapat menimbulkan gesekan gesekan masyarakat.
2. Diskriminasi, adalah perlakuan yang tidak adil dan memihak hanya kesatu pihak saja
3. Masih berkembangnya paham ethosentris, yaitu paham yang menganggap budayanya adalah yang paling unggul dan merendahkan budaya yan lainnya.
4. Masih maraknya isu keagamaan dan saling menjelek-jelekkan antara agama yang satu dan yang lainnya,
5. Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan
6. Bhinneka tunggal ika hanya sebatas wacana namun tidak pernah diterapkan atau di praktekkan

Contoh-contoh pendorong integrasi nasional :
1. Adanya rasa keinginan untuk bersatu agar menjadi negara yang lebih maju dan tangguh di masa yang akan datang.
2. Rasa cinta tanah air terhadap bangsa Indonesia
3. Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah, karena untuk mencari kemerdekaan itu adalah hal yang sangat sulit.
4. Adanya sikap kedewasaan di sebagian pihak, sehingga saat terjadi pertentangan pihak ini lebih baik mengalah agar tidak terjadi perpecahan bangsa.
5. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan
6. Adanya rasa dan keinginan untuk rela berkorban bagi bangsa dan negara demi terciptanya kedamaian


ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN


Judul "Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan" memberi petunjuk adanya sesuatu yang intern, mungkin permasalahannya ialah adanya kontinuitas dan perubahan, harmoni atau disharmoni. Tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan dapat melibatkan perdebatan semantika.
Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan karena pengetahuan, perbuatan, ilmu dan etika makin saling bertautan. Berulang kali harus diambil keputusan dalam menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dibebaskan dan dipisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi, interelasi, interdependensi dan ramifikasi (percabangannya).

ILMU PENGETAHUAN
Di kalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatis. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), di antaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Menurut Decades ilmu pengetahuan merupakan serba budi. Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Immanuel Kant mengartikan pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Teori Phyroo mengatakan bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.
Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. Banyak teori dan pendapat tentang pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu definisi ilmu pengetahuan akan mengalami kesulitan. Sebab, membuat suatu definisi dari definisi ilmu pengetahuan yang dikalangan ilmuwan sendiri sudah ada keseragaman pendapat, hanya akan terperangkap dalam tautologis (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan pleonasme atau mubazir saja.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikat yang bersifat ilmiah. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih
2. Selektif
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian

TEKNOLOGI
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan (body knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi, menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. "Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisika dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani." (Eugene Staley, 1970)
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Rasionalitas, artinya tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan sosial
b. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
c. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik mampu mengelimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis
d. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
e. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
f. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri

Teknik-teknik manusiawi yang dirasakan pada masyarakat teknologi, terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknik. Gambaran kondisi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Situasi tertekan
2. Perubahan ruang dan lingkungan manusia
3. Perubahan waktu dan gerak manusia
4. Terbentuknya suatu masyarakat massa
5. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat

Akibat kondisi yang dipaparkan tadi, dampak tenik itu sendiri bagi manusia sudah dirasakan dan fenomenanya nampak. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Teknologi tepat guna sering tidak berdaya menghadapi teknologi barat, yang sering masuk dengan ditunggangi oleh segilintir orang atau kelompok yang bermodal besar. Ciri-ciri teknologi barat tersebut adalah :
1. Serba intensif dalam segala hal
2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan
3. Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam

ILMU PENGETAHUAN DAN NILAI
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar kaitannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang ada pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masalah nilai kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, menyangkut perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmu dan teknologi. Sehingga kecenderungan sekarang ada dua pimikiran yaitu, yang menyatakan ilmu bebas dan nilai yang menyatakan ilmut tidak bebas nilai.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu : Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis.
Komponen Ontologis kegiatannya adalah menafsirkan hikayat realitas yang ada, sebagaimana adanya (das sein), melalui desuksi-desuksi yang dapar diuji secara fisik. Artinya ilmu harus bebas dari nilai-nilai yang sifatnya dogmatik.
Komponen Epistemologis berkaitan dengan nilai atau moral pada saat proses logis-hipotesis-verifikasi. Sikap moral implisit pada proses tersebut. Asas moral yang terkait secara eksplisit yaitu kegiatan ilmiah harus ditujukan kepada pencarian kebenaran dengan jujur tanpa menduhulukan kepentingan kekuatan argumentasi pribadi
Komponen Aksiologis artinya lebih lengket dengan nilai atau moral. Dimana ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia. Ilmu adalah bukan tujuan tetapi sebagai alat atau sarana dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia, dengan memperhatikan dan mengutamakan kodrat dan martabat manusia serta menjaga kelestarian lingkungan alam.

KEMISKINAN
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh dan lain-lain. (Emil Salim, 1982)
Atas dasar ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan dan sebagainya
b. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri
c. Tingkat pendidikan mereka rendah
d. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas, berusaha apa saja
e. Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan

Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikategorikan kedalam tiga unsur,
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan

Kemiskinan buatan ini, selain ditimbulkan oleh struktur ekonomi, politik, sosial dan kultur juga dimanfaatkan oleh sikap "penenangan" atau "nrimo", memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan.


sumber:SUMBER:

http://noris-iskandar.blogspot.com/2012/01/pertentangan-pertentangan-sosial.html

http://zarapintar.wordpress.com/2012/01/16/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat/

http://bagusikhwani.blogspot.com/2011/03/prasangka-diskriminasi-dan.html

http://zip-leadmix.blogspot.com/2010/11/golongan-golongan-yang-berbeda-dan.html





Sumber utama :

http://bimanovakh.blogspot.com/2011/01/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.html

Sumber :

http://madchocolate.wordpress.com/2011/12/02/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan/